Sabtu, 07 Mei 2016

Pengertian Supply and Demand

SUPPLY AND DEMAND

Menurut Wikipedia, Supply and Demand atau teori penawaran dan permintaan adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Pengertian Penawaran sendiri adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Sedangkan Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply and Demand) adalah jika harga semakin murah maka permintaan quantity atau jumlah suatu barang tersebut akan meningkat, sedangkan jika harga suatu barang semakin mahal maka permintaan jumlah barang tersebut akan menurun atau sedikit. Itu terjadi karena semua ingin mencari kepuasan atau keuntungan sebesar-besarnya dari harga yang didapat. Apabila harga terlalu tinggi maka kemungkinan yang terjadi adalah pembeli akan membeli dalam jumlah yang sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga suatu barang ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Namun, harga yang tinggi juga akan menyebabkan konsumen atau pembeli mencari produk lain sebagai pengganti barang yang mahal.
Dalam hukum Penawaran dan Permintaan juga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. Dalam penawaran faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu biaya produksi, tujuan perusahaan, pajak, ketersediaan barang pengganti atau pelengkap, dan prediksi atau ekspektasi harga di masa depan. Sedangkan dalam permintaan faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu selera konsumen, pendapatan atau penghasilan konsumen, banyaknya kebutuhan konsumen, ketersediaan barang pengganti atau pelengkap dan perkiraan harga di masa depan.
Menurut saya, agar suatu bisnis berjalan dengan lancar dalam Supply and Demand dibutuhkan suatu titik yang disebut Harga Keseimbangan. Harga Keseimbangan dalam ekonomi merupakan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) dimana kuantitas yang diminta dan harga yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.




Pengertian GNP

GNP Dalam Bisnis

William J. Stanton, Michael J. Etzel & Bruche J. Walker (1991), Fundamentals Of Marketing 9th Edition . Mc Graw-Hill, Inc. USA mengatakan bahwa :
“The Gross National Product (GNP) is the total dollar value of all final goods and services produced for consumption in society during a particular time period. Its rise or fall measures economic activity based on the labor and production output within a country. The figures used to assemble data include the manufacture of tangible goods such as cars, furniture, and bread, and the provision of services used in daily living such as education, health care, and auto repair. Intermediate services used in the production of the final product are not separated since they are reflected in the final price of the goods or service. The GNP does include allowances for depreciation and indirect business taxes such as those on sales and property.
Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada atau bekerja diluar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja didalam negeri, tidak termasuk GNP.
Produk Nasional Bruto (GNP) merupakan pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warganegara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja. Dalam perhitungan, istilah ini lebih sering digunakan karena dapat menggambarkan dengan jelas prestasi ekonomi negara yang bersangkutan tanpa pengaruh dari pihak asing (dalam bentuk penanaman modal asing).
Perlu dibedakan GNP dari NNP (Net National Product) atau produk nasional neto, dimana NNP oleh banyak orang dianggap lebih tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional karena mengeluarkan faktor penggantian modal (depresiasi) dalam perhitungannya. Jadi Pendapatan Nasional Neto (NNP) adalah pendapatan nasional yang hanya memperhitungkan investasi neto (nilai investasi bersih setelah dikurangi depresiasi dari aktiva investasi)

 Meskipun periode waktu yang biasa digunakan untuk menghitung GNP adalah tahun kalender, perkiraan GNP juga disiapkan oleh Departemen Perdagangan atas dasar kuartalan.
Bila kita amati definisi GNP lebih dekat, akan ditemukan sejumlah istilah pertama, yaitu nilai pasar (market value) yang menyatakan bahwa agregasi dari berbagai barang dan jasa ke dalam suatu totalitas diperoleh dengan menilai setiap barang dan jasa pada nilai pasarnya, kemudian uang ini dijumlahkan. Kedua, megukur nilai produksi baru yaitu keluasan yang dihasilkan selama periode perhitungan. Ketiga, GNP hanya mencakup barang-barang jadi dan jasa-jasa.

Berikut ini beberapa kekurangan GNP sebagai tolak ukur kesejahteraan:
·         Ada sejumlah besar kegiatan yang sebenarnya termasuk produktif tetapi tidak ikut diperhitungkan.
Contoh: pekerjaan para ibu di rumah yang jelas merupakan kegiatan produktif tetapi tidak ikut dihitung dalam GNP.
·         GNP adalah alat ukur yang bersifat kuantitatif yang tidak mencerminkan perbaikan dalam kualitas hidup.
Contoh: bila kemajuan teknik produksi menyebakan suatu barang dapat dihasilkan dengan harga yang lebih murah, namun angka GNP menjadi merosot.
·         GNP hanya mengukur volume produksi tetapi tidak mengatakan apa-apa tentang bagaimana pembagian hasil di antara para warga masyarakat dan tidak menunjukkan apa-apa tentang komposisi hasil produksi.
Contoh: produksi barang-barang mewah yang mahal sangat menaikkan angka GNP, sedangkan rakyat banyak pula yang kekurangan atas barang-barang kebutuhan hidup pokok seperti beras, gula, dan obat-obatan yang harus di impor.
·         Kenaikan dalam GNP ada beberapa efek samping seperti pencemaran udara atau lingkungan, kebisingan, penggundulan hutan, dan erosi yang tidak dikurangkan dari nilai GNP sebagai biaya.
Contoh: penebangan hutan menyebabkan erosi dan banjir, bila pemerintah mengeluarkan uang banyak untuk menanggulangi banjir. Biaya tersebut dihitung dalam GNP tetapi penggundulan tidak dikurangkan.

Kesimpulannya, GNB atau Produk Nasional Bruto adalah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara selama satu tahun, termasuk juga warga negara yang berada di luar negeri tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah tersebut.


Minggu, 27 Maret 2016

Modal



MODAL BISNIS/USAHA

Modal dari bahasa Tamil, yang berarti "dasar", "kaki" memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rizqithefirstpradana/definisi-modal-usaha_552cac0b6ea8346e418b4576
A.      Pengertian Modal
Inti dasar dari suatu perusahaan dapat menjalankan kegiatan usahanya adalah dengan adanya modal. Modal merupakan faktor produksi terpenting. Bagi perusahaan yang baru berdiri modal digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha sedangkan bagi perusahaan yang sudah berdiri lama modal digunakan untuk mengembangkan usaha dan memperluas pangsa pasar.

Penggunaan modal harus seoptimal mungkin yang diharapkan akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.

Berikut dijelaskan beberapa pengertian modal :
1. Menurut Bambang Riyanto (1998 : 10) Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan :
“Modal adalah hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya kemudian modal ditekankan pada nilai, daya beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung dalam barang-barang modal”.

2. Menurut Lawrence J. Gitman (1997 : 482 )
Capital is a long term funds of the firm; all items on the right hand side of the firm balance sheet excluding current liabillities.

B.      Sumber Modal
Pada dasarnya sumber modal ditinjau dari asalnya dapat dibedakan menjadi sumber dana intern (internal sources) dan sumber ekstern (external sources).

1) Sumber Intern
Modal yang berasal dari sumber intern adalah modal yang dibentuk atau dihasilkan sendiri didalam perusahaan.

2) Sumber Ekstern
Sumber ekstern adalah sumber dana yang berasal dari luar perusahaan. 

C.      Jenis Modal
Ada dua jenis modal terdiri dari modal pinjaman / utang dan modal sendiri.

1. Pinjaman / utang
Pinjaman ini terbagi tiga golongan yaitu :
  • Pinjaman / utang jangka pendek ( short-term debt ), yaitu yang jangka waktunya pendek, yaitu kurang dari satu tahun.
  • Pinjaman jangka menengah ( intermediate term debt ), yaitu yang jangka waktunya antara 1 sampai 10 tahun.
  • Pinjaman / utang jangka panjang ( long term debt ), yaitu yang jangka waktunya lebih dari 10 tahun.
2. Modal sendiri 
Modal sendiri pada dasarnya adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya.antara lain dari pengambil bagian, peserta atau pemilik.

Modal sendiri selain berasal dari luar perusahaan dapat juga berasal dari dalam perusahaan sendiri, yaitu modal yang dihasilkan atau dibentuk sendiri dalam perusahaan.

Modal sendiri yang berasal dari sumber intern ialah dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan perusahaan, sedangkan modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan.

Modal sendiri diantaranya :
a. Modal saham
Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu perusahaan terbatas. Jenisa-jenis saham diantaranya saham biasa(commond stook), saham preferen (preferred stook), dan saham kumulatif preferen (cumulative preferred stook).

b. Cadangan
Cadangan dibentuk dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan selama beberapa waktu yang lampau atau dari tahun yang berjalan. Cadangan yang termasuk modal sendiri adalah cadangan ekspansi, cadangan modal kerja, cadangan selisih kurs, dan cadangan umum. Adapun cadangan yang tidak termasuk kedalam modal sendiri adalah cadangan ddepresiasi, cadangan piutang ragu-ragu dan cadangan yang bersifat utang (cadangan untuk pensiun pegawai dan cadangan untuk membayar pajak).

c. Laba ditahan
Keuntungan yang diperoleh oleh suatu perusahaan dapat sebagian dibayarkan sebagai deviden dan sebagian ditahan oleh perusahaan. Adanya laba yang memperbesar laba ditahan yang berarti akan memperbesar modal sendiri. Dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa adanya saldo laba akan memperbesar modal sendiri dan adanya saldo kerugian akan memperkecil modal sendiri.

       
            Menurut saya, modal adalah langkah kedua dari suatu bisnis setelah Ide. Semua bisnis pasti membutuhkan modal untuk membangunnya. Namun modal ini bukan serta-merta diartikan berbentuk “uang”. Karena sekarang ini banyak bisnis yang tidak membutuhkan modal, melainkan relasi, ya lagi-lagi relasi. Contohnya, bisnis tanpa modal bisa didapatkan di bisnis online ketika suatu perusahaan atau akun mempunyai sebuah produk lalu anda mempromosikan atau menjualnya kembali dari akun tersebut ke relasi-relasi anda. Anda hanya membutuhkan relasi yang banyak untuk mengembangkan bisnis tersebut, sehingga anda juga mendapatkan profit dari penjualan produk di akun tersebut. Jadi, modal bukan hanya bisa didapatkan berbentuk "uang".



Ide Bisnis


IDE BISNIS

Ide berasal dari kata Idea yang artinya adalah Gagasan atau Pemikiran Yang Baik. Ide Bisnis artinya respon seseorang, atau sekelompok orang, atau suatu organisasi, untuk memecahkan masalah yang telah teridentifikasi di masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan di sebuah lingkungan masyarakat (pasar, komunitas dan lain-lain)
Berdasarkan artikel dari sulhanaruslan.blogspot.co.id, suatu ide usaha/bisnis yang bagus adalah penting, atau bahkan merupakan persyaratan untuk usaha/bisnis yang sukses. Namun demikian ide bisnis yang bagus biasanya tidak langsung datang kepada pengusaha, tetapi merupakan hasil dari kerja keras dan upaya dari pengusaha untuk membangkitkan, mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang.
Ada dua hal penting yang harus dicatat dalam suatu ide bisnis bagus tersebut:
1.      Walaupun merupakan persyarat, ide bisnis hanyalah suatu alat
2.      Suatu ide diubah menjadi peluang bisnis yang menguntungkan
Dengan kata lain, tanpa mengurangi arti pentingnya, sebuah ide hanyalah alat yang harus dikembangkan, dan diubah menjadi peluang usaha/bisnis yang menguntungkan.

Dari mana saja Ide Bisnis itu bisa muncul?
Menurut artikel dari artikel komunitas.bukalapak.com, ide bisnis bisa muncul dari :
1.    Cita – cita
Bila keinginan Anda untuk menjadi pebisnis sangat kuat, maka Anda akan melihat peluang-peluang di hampir semua bidang. Hampir setiap apa yang dilihat adalah peluang bisnis. Atau setidaknya, Anda secara naluri akan berupaya mencari peluang di suatu jenis usaha.

2.    Tekanan
Bila seseorang menghadapi tekanan maka banyak gagasan yang mucul. Ketika seseorang mendapatkan tekanan untuk bisa hidup dan menghidupi keluarganya, biasanya dia akan banyak berpikir untuk mendapatkan solusinya.

3.    Kecenderungan Pasar
Mengamati kebutuhan konsumen di pasar dapat menimbulkan peluang bisnis. Contoh, kecendrungan sebagian orang akan belanja langsung ke pabrik dengan harga murah. Maka bermuncullah factory outlet di mana-mana. Dengan berbagai promosi maka FO menawarkan barang dengan harga murah dengan kualitas barang yang dapat dijamin

4.    Inovasi Baru
Gagasan untuk menciptakan produk baru timbul karena adanya kebutuhan, sementara produk itu belum ada di pasaran. Apabila kita berhasil menciptakan produk tersebut dan dibutuhkan konsumen maka kita dapat menjadi yang pertama dan menguasai bisnis tersebut (leader).

5.    Komplemen dari produk yang ada
Sebuah produk dapat memberikan peluang bisnis dengan membuat produk-produk yang melengkapinya, biasanya berupa aksesori. Produk otomotif seperti mobil biasanya disertai dengan produk aksesori yang menyertainya. Seperti diketahui, aksesori semacam ini bisa menjadi peluang bagi si pembuat produk maupun perusahaan.

6.    Peristiwa yang digemari atau munculnya tokoh
Suatu peristiwa bisa menimbulkan peluang baru. Contoh, adanya musim kompetisi sepak bola, muncul produk-produk seperti t-shirt yang bergambar piala, pemain sepak bola favorit, dan lain-lain.

7.    Wawasan
Orang yang wawasan dan pergaulannya luas dan dia mau berpikir, maka akan menemukan peluang bisnis. Misalnya seseorang yang sering melihat bisnis yang dilakukan di luar negeri dan bisnis tersebut belum ada di negaranya, ini merupakan cara untuk mendapatkan peluang bisnis.

8.    Bahan Bacaan
Membaca, selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga bisa menimbulkan gagasan yang mengandung peluang bisnis. Bahan bacaan bisa dari berbagai media. Bila Anda memang sedang berpikir keras mencari peluang, ketika Anda membaca iklan produk barang atau jasa, ada kemungkinan Anda mendapatkan peluang bisnis. Peluang yang Anda dapatkan bisa berbeda dengan yang diiklankan


Menurut saya Ide bisnis memang bisa didapatkan dari mana saja, namun sebuah Ide Bisnis baru bisa disebut sebagai Ide Bisnis jika seseorang sudah memikirkan jalannya suatu Bisnis dari ide tersebut sehingga menjadi sebuah usaha yang menghasilkan profit. Jadi, Ide bisnis tidak akan menjadi sebuah ide bisnis jika kita tidak mengetahui langkah-langkah berikutnya. Misalkan, konsep dari sebuah ide tersebut, target pasar yang seperti apa (contoh : mahasiswa, orang kerja, perumahan, dll), promosi, dan lain-lain.
Ide bisnis bukan sekedar menemukan atau membuka suatu bisnis berdasarkan inovasi baru yang belum ada di pasaran. Karena belum tentu pasar akan menerima inovasi baru tersebut jika tidak ada kualitas dari ide tersebut. Membangun sebuah bisnis bisa dari bisnis yang sudah ada atau pasaran namun yang membedakan adalah niat, kualitas, dan relasi yang kuat. Relasi yang kuat dapat  melancarkan jalannya suatu ide bisnis, yaitu dengan menghubungi teman atau saudara yang mau diajak bisnis bersama atau sekedar mempromosikan suatu bisnis tersebut.


Minggu, 20 Maret 2016

DEFINISI BISNIS


Menurut Wikipedia, dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Dan berdasarkan artikel dari japandiadam.wordpress.com, Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit). Pada dasarnya, kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit).
Begitu juga menurut saya, saya setuju dengan definisi bisnis menurut dua sumber diatas. Bisnis adalah kegiatan yang berujung transaksi atau usaha yang awal mulanya dari ide, modal, lalu produksi, lalu distributor, dan lain-lain sehingga sampai ke konsumen yang akan menghasilkan feed back dari suksesnya bisnis tersebut yaitu profit atau keuntungan. Namun dalam bisnis tidak akan selalu menghasilkan keuntungan, bisa juga mengalami kerugian bahkan bangkrut.
Bisnis bukan berarti anda harus berusaha dari nol dengan mempunyai modal terlebih dahulu, bisnis tetap akan berjalan meskipun tanpa modal awal, anda bertugas sebagai penyalur atau marketing dari sebuah bisnis anda tidak membutuhkan modal namun anda akan tetap mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut. Bentuk bisnis seperti itu biasanya terjadi dalam bisnis yang beranggota bukan perorangan.
Berbeda dengan bisnis perorangan biasanya hanya membutuhkan modal, supplier dan pasar. Biasanya terjadi pada para pedagang. Dari bisnis perorangan tersebut laba yang dihasilkan juga bisa dinikmati sendiri.

Senin, 11 Januari 2016

My Resolution in 2016

1. Being more serious in my study
2. Get closer to my God
3. Travelling to foreign country
4. Part time job
5. Earn money

Minggu, 03 Januari 2016

Sepenggal Cerita Saat Jam Kosong



Riuh sekali. Jutaan suara yang bersahut mulai membumbung tinggi menguasai pikiranku. Bergantian. Hilir mudik masuk dan keluar. Memecah konsentrasiku yang sedari tadi aku pupuk satu per satu. Sepertinya suara-suara yang kurang penting itu telah menginfeksi seluruh program dalam otakku. Kemudian disusul mulai memanas. Sistem otakku terganggu.
Perlahan. Yah, perlahan sekali mulai aku rasakan suara itu berkurang. Mengecil. Dan kemudian hanya sayup-sayup terdengar. Angin datang. Seakan membawa kericuhan itu menjauh. Sekali lagi angin datang. Dan hilang semua suara itu. Damai. Angin berhembus lagi. Membuaiku dalam alam pikiran yang semu.
Kupandangi tanaman depan kelasku. Ntah sudah berapa kali dia bertahan melawan hujan dan panas beberapa hari ini. Terlihat lemah dan layu. Menderita. Sehelai daunnya jatuh dan melayang. Seperti jiwaku yang aku sendiri tak kuasa bagaimana mengendalikannya. Pikiran yang bertahan, dan jiwa yang melayang. Mataku masih lekat memandang daun itu. Dia jatuh di pelataran kelasku. Dan terinjak. Kemudian hancur, dan tersapu angin yang kelihatan ragu-ragu menepisnya.
Mereka yang di luar alam pikirku tak pernah tau. Karena kurasa mereka memang tak pernah ingin tau. Mungkin yang mereka tau, aku hanyalah seorang remaja dengan goncangan jiwa. Dan yang mungkin juga mereka tau, aku tidak pernah ingin berinteraksi dan berbicara seperti mereka. Mereka hanya tau sebagian kecil dari aku. Mereka tidak tau. Aku yang berusaha bercerita dalam diam. Aku yang berusaha mengenal dalam kejauhan. Dan satu yang sangat aku tau. Aku mencintai alam pikirku. Dan tak akan pernah meninggalkan alam imajinasiku ini.
Mataku menyapu seluruh pemandangan yang bisa terjangkau dengan kedua lensa minusku ini. Pintu kelas yang terbuka, kran air, rumput basah, lapangan basket, genangan air, parkiran motor, dan banyak sekali. Satu-satu dari mereka tidak pernah lewat dari pemikiranku. Kemudian mataku berbenturan dengan sebuah pintu gerbang diujung sana. Hmm... pintu yang telah memisahkan duniaku dengan dunianya.
Aku sendiri tak pernah tau sejak kapan aku hidup di duniaku ini. Dunia yang kutahu sangat berbeda dengan dunia mereka. Kadangkala aku ingin hidup seperti mereka. Dengan canda dan tawa yang lepas. Dengan segala kemampuan dan fasilitas yang mereka miliki. Dengan semua yang wajar. Oke, mungkin tak banyak yang mengenalku disini. Namaku Disca. Dan aku butuh kebebasan.
 Konsentrasiku pecah lagi. Kembali riuh terdengar. Sampai aku tak tau kata apa saja yang terucap dari mereka. Suara bola yang beradu dengan lantai turut membuat dentuman-dentuman di kepalaku. Aku ingin ketenangan. Dan aku ingin berteriak: “AKU BUTUH KEBEBASAN”.
“Hei, kau kenapa?”, seorang temanku membuatku tersentak dan sadar dari pikiranku.
“Aku gak kenapa-kenapa kok...”, jawabku datar sambil berusaha tersenyum.
Riuh sekali. Jutaan suara yang bersahut mulai membumbung tinggi menguasai pikiranku. Bergantian. Hilir mudik masuk dan keluar. Memecah konsentrasiku yang sedari tadi aku pupuk satu per satu. Sepertinya suara-suara yang kurang penting itu telah menginfeksi seluruh program dalam otakku. 
 Kemudian disusul mulai memanas. Sistem otakku terganggu.
Perlahan. Yah, perlahan sekali mulai aku rasakan suara itu berkurang. Mengecil. Dan kemudian hanya sayup-sayup terdengar. Angin datang. Seakan membawa kericuhan itu menjauh. Sekali lagi angin datang. Dan hilang semua suara itu. Damai. Angin berhembus lagi. Membuaiku dalam alam pikiran yang semu.
Kupandangi tanaman depan kelasku. Ntah sudah berapa kali dia bertahan melawan hujan dan panas beberapa hari ini. Terlihat lemah dan layu. Menderita. Sehelai daunnya jatuh dan melayang. Seperti jiwaku yang aku sendiri tak kuasa bagaimana mengendalikannya. Pikiran yang bertahan, dan jiwa yang melayang. Mataku masih lekat memandang daun itu. Dia jatuh di pelataran kelasku. Dan terinjak. Kemudian hancur, dan tersapu angin yang kelihatan ragu-ragu menepisnya.
Mereka yang di luar alam pikirku tak pernah tau. Karena kurasa mereka memang tak pernah ingin tau. Mungkin yang mereka tau, aku hanyalah seorang remaja dengan goncangan jiwa. Dan yang mungkin juga mereka tau, aku tidak pernah ingin berinteraksi dan berbicara seperti mereka. Mereka hanya tau sebagian kecil dari aku. Mereka tidak tau. Aku yang berusaha bercerita dalam diam. Aku yang berusaha mengenal dalam kejauhan. Dan satu yang sangat aku tau. Aku mencintai alam pikirku. Dan tak akan pernah meninggalkan alam imajinasiku ini.
Mataku menyapu seluruh pemandangan yang bisa terjangkau dengan kedua lensa minusku ini. Pintu kelas yang terbuka, kran air, rumput basah, lapangan basket, genangan air, parkiran motor, dan banyak sekali. Satu-satu dari mereka tidak pernah lewat dari pemikiranku. Kemudian mataku berbenturan dengan sebuah pintu gerbang diujung sana. Hmm... pintu yang telah memisahkan duniaku dengan dunianya.
Aku sendiri tak pernah tau sejak kapan aku hidup di duniaku ini. Dunia yang kutahu sangat berbeda dengan dunia mereka. Kadangkala aku ingin hidup seperti mereka. Dengan canda dan tawa yang lepas. Dengan segala kemampuan dan fasilitas yang mereka miliki. Dengan semua yang wajar. Oke, mungkin tak banyak yang mengenalku disini. Namaku Disca. Dan aku butuh kebebasan.
 Konsentrasiku pecah lagi. Kembali riuh terdengar. Sampai aku tak tau kata apa saja yang terucap dari mereka. Suara bola yang beradu dengan lantai turut membuat dentuman-dentuman di kepalaku. Aku ingin ketenangan. Dan aku ingin berteriak: “AKU BUTUH KEBEBASAN”.
“Hei, kau kenapa?”, seorang temanku membuatku tersentak dan sadar dari pikiranku.
“Aku gak kenapa-kenapa kok...”, jawabku datar sambil berusaha tersenyum.

Aku punya keinginan. Tetapi aku diam.